Pages

Total Tayangan Halaman

Rabu, 15 Desember 2010

Anggota Kelompok



Pendidikan Teknik Informatika G.5

a. Rifa Khoirunisa (08520244044)
b. Khusnalia Dian Maharani (08520244045)
c. Nike Dwi Noviani (08520244050)
d. Dwi Rani Pratiwi (08520244054)
e. Kartika Nugraheni (08520244061)




Memperbaiki Citra ketika Citra telah Hancur karena Kegagalan


Citra yang gagal dikarenakan marketing yang kurang menguasai pasar dan teknis yang kurang baik. Citra yang gagal tersebut dapat diperbaiki, dan banyak cara yang dapat dilakukan marketing dan teknis untuk memperbaiki citra yang gagal. Berikut ini ada beberapa cara untuk memperbaiki citra marketing dan teknis yang gagal:
a.       Pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan bisnis ini.
b.      Ciptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, jadi tidak hanya berorientasi melakukan penjualan semata.
c.       Koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.
d.      Memperbaiki cara promosi produk kepada pelanggan.
e.       Memperbaiki mutu dan kualitas setiap produk, sehingga pelanggan memiliki kepuasan tersendiri terhadap produk yang ditawarkan.

     Untuk memperbaiki citra, marketing dan teknis harus melakukan beberapa hal :

1.      Tiada hari tanpa kegiatan pemasaran
2.      Tentukan persentase tertentu dari gross income yang harus dikeluarkan untuk biaya pemasaransetiap tahunnya.
3.      Tentukan tujuan yang spesifik setiap tahun. Evaluasi dan sesuaikan setiap tiga bulan.
4.      Selalu catat setiap ide baru mengenai pemasaran.
5.      Jangan lupa selalu membawa kartu nama (business cardsetiap hari.
6.      Selalu gunakan logo perusahaan pada semua kesempatan, misalnya pada kartu nama, notes, tas, pulpen dan sebagainya, terutama pada setiap acara pertemuan, pameran, seminar, dan sebagainya.
7.      Tentukan target market secara spesifik.
8.      Pertahankan selalu target market dan pelajari apa yang mempengaruhi target market, produk, dan strategi promosi.
9.      Pelajari hasil-hasil penelitian mengenai riset pemasaran produk yang anda geluti, kelompok industri, produk yang anda jual, serta target market produk anda.
10.  Pelajari iklan yang dikeluarkan oleh pesaing utama, terutama mengenai strategi, penampilan produk, manfaat produk dan sebagainya.
11.  Tanyakan kepada pelanggan anda, mengapa mereka menggunakan produk yang anda jual, apa kelebihannya serta apa kelemahan produk yang anda miliki, serta bagaimana saran penyempuranaan menurut mereka.
12.  Selalu pelajari mengapa pelanggan tidak menggunakan produk anda lagi.
13.  Cari pasar baru.
14. Bergabunglah dengan asosiasi yang sejenis. Minimal bergabung melalui internet dengan menggunakan e-mail list.
15. Bergabunglah dengan usenet newsgroup atau daftar konsumen yang menggunakan produk sejenis dan sesuai dengan target market anda.
16. Lakukan pengembangan produk.
17. Ciptakan bentuk pelayanan baru, teknik baru atau produk baru.
18. Tawarkan variasi bentuk yang lebih sederhana, lebih murah, lebih kecil daripada produk yang telah anda buat.
19. Tawarkan variasi bentuk yang lebih menarik, lebih mahal, lebih cepat, lebih besar daripada produk yang anda buat.
20. Selalu sempurnakan bentuk pelayanan yang anda berikan kepada pelanggan.
21. Lakukan kegiatan pemasaran, public relations, publikasi.
22. Lakukan kegiatan diskusi, saling tukar informasi dengan para produsen sejenis dan team kerja pelanggan mengenai produk yang anda hasilkan.
23. Sediakan kotak saran yang dapat diisi oleh semua karyawan.
24. Selalu hadiri seminar, pelatihan mengenai pemasaran serta pameran-pameran peluncuran produk baru.
25. Selalu baca buku-buku mengenai pemasaran.
26. Selalu berlangganan majalah, jurnal mengenai pemasaran.
27. Daftarkan produk atau perusahaan anda ke dalam marketing list-serve di internet.
28. Daftarkan produk atau perusahaan anda ke dalam marketing usenet newsgroup di internet.
29. Lakukan pelatihan kepada karyawan, pelanggan, maupun pemakai produk anda.
30. Selalu lakukan pertemuan dengan karyawan atau asosiasi untuk mendiskusikan mengenai strategi, status, serta rencana-rencana pemasaran.
31. Bergabunglah dengan asosiasi-asosiasi yang sejenis.
32. Lakukan kegiatan-kegiatan pemasaran secara internal melalui diskusi dengan sesamakaryawan, brain stormingdan sebagainya, sehingga dapat diperoleh ide-ide pemasaran yang baik.
33. Buatlah kegiatan-kegiatan kecil, seperti kartu nama, logo perusahaan, dan sebagainya untuk kegiatan pemasaran. Caranya dengan melakukan kerjasama dengan desainer, penulismarketing, dan sebagainya.
34. Kerjasamalah dengan konsultan pemasaran untuk mengamati kegiatan pemasaran produk anda di daerah-daerah.
35. Analisis struktur pembayaran, lakukan modifikasi dan penyesuaian.
36. Sediakan cara pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.
37. Berikan diskon atau potongan harga secara reguler kepada pelanggan.
38. Pelajari sistem pertukaran barang (barter), tawarkan harga discount bagi anggota kelompok tertentu, misalnya kelompok organisasi politik, sosial, pendidikan, dan sebagainya.
39. Berikan diskon khusus bagi yang membayar secara cepat dan tunai.
40. Tawarkan rencana pembayaran dengan uang muka.




Keamanan Sistem IT yang Bagus

Suatu organisasi dapat mempunyai dua atau lebih dari satu situs atau dimana tiap situs mempunyai jaringan sendiri. Bila organisasi besar, maka sangat dimungkinkan situs-situs tersebut mempunyai administrasi jaringan yang dibedakan menurut tujuan tertentu.
Bila situs-situs ini tidak terhubung melalui internet, tiap situs mungkin memiliki kebijakan keamanan sendiri. Bagaimanapun, bila situs-situs tersebut terhubung melalui internet, maka kebijakan keamanan harus mencakup tujuan dari semua situs yang saling terhubung.
Pada umumnya suatu situs adalah bagian dari organisasi yang mempunyai beberapa komputer dan sumber daya yang terhubung ke dalam suatu jaringan. Sumber daya tersebut misalnya :
·         Workstation dan Laptop
·         Komputer sebagai host atau server
·         Interkoneksi: gateway, router, bridge, repeater
·         Perangkat lunak aplikasi dan jaringan (NOS)
·         Kabel-kabel jaringan
·         Informasi di dalam file dan database

Kebijakan keamanan situs harus memperhatikan pula keamanan terhadap sumber daya tersebut. Karena situs terhubung ke jaringan lain, maka kebijakan keamanan harus memperhatikan kebutuhan dari semua jaringan yang saling terhubung. Hal ini penting untuk diperhatikan karena kemungkinan kebijakan keamanan situs dapat melindungi situs tersebut, namun berbahaya bagi sumber daya jaringan yang lain.
kebijakan keamanan mencakup hal-hal berikut ini:
1.      Deskripsi secara detail tentang lingkungan teknis dari situs, hukum yang berlaku, otoritas dari kebijakan tersebut dan filosofi dasar untuk digunakan pada saat menginterpretasikan kebijakan tersebut.
2.      Analisa risiko yang mengidentifikasi aset-aset situs, ancaman yang dihadapi oleh aset-aset tersebut dan biaya yang harus dikeluarkan untuk kerusakan/kehilangan aset-aset tersebut.
3.      Petunjuk bagi administrator sistem untuk mengelola sistem
4.      Definisi bagi user tentang hal-hal yang boleh dilakukan
5.      Petunjuk untuk kompromi terhadap media dan penerapan hukum yang ada, serta memutuskan apakah akan melacak penyusup atau akan mematikan sistem dan kemudian memulihkannya lagi.
Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan kebijakan keamanan antara lain adalah:
·         Komitmen dari pengelola jaringan
·         Dukungan teknologi untuk menerapkan kebijakan keamanan tersebut
·         Keefektifan penyebaran kebijakan tersebut
·         Kesadaran semua user jaringan terhadap keamanan jaringan





Pihak pengelola jaringan komputer mengatur tanggung jawab terhadap keamanan jaringan, menyediakan training untuk personel-personel yang bertugas di bidang keamanan jaringan dan mengalokasikan dana untuk keamanan jaringan. Yang termasuk pilihan-pilihan teknis yang dapat digunakan untuk mendukung keamanan jaringan komputer antara lain:
1.      Authentikasi terhadap sistem
2.      Audit sistem untuk akuntabilitas dan rekonstruksi
3.      Enkripsi terhadap sistem untuk penyimpanan dan pengiriman data penting
4.      Tool-tool jaringan, misalnya firewall dan proxy
Di bawah ini adalah hal-hal praktis yang perlu dilakukan untuk mendukung keamanan jaringan komputer, antara lain:
·         Memastikan semua account mempunyai password yang sulit untuk ditebak. Akan lebih baik bila menggunakan OTP (One Time Password)
·         Menggunakan tool, misalnya MD5 checksums, sebuah teknik kriptografi untuk memastikan integritas perangkat lunak sistem
·         Menggunakan teknik pemrograman yang aman pada saat membuat perangkat lunak
·         Selalu bersikap waspada terhadap penggunaan dan konfigurasi jaringan komputer
·         Memeriksa secara rutin apakah vendor memiliki perbaikan-perbaikan terhadap lubang keamanan yang terbaru dan selalu menjaga sistem selalu mengalami upgrading terhadap keamanan
·         Memeriksa secara rutin dokumen-dokumen dan artikel on-line tentang bahaya keamanan dan teknik mengatasiny. Dokumen dan artikel seperti ini dapat ditemukan pada situs-situs milik incident response teams, misalnya CERT (Computer Emergency Response Team – http://www.cert.org dan Computer Security Incident Response Team -http://www.CSIRT.org)
·         Mengaudit sistem dan jaringan dan secara rutin memeriksa daftar log. Beberapa situs yang mengalami insiden keamanan melaporkan bahwa audit yang dikumpulkan minim sehingga sulit untuk mendeteksi dan melacak penyusupan

Menciptakan Sistem IT yang Tangguh

Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu sistem diantaranya :

1.   Perencanaan
      Sebelum membangun suatu sistem IT terlebih dahulu direncanakan bagaimana sistem yang akan dibangun, apa kegunaannya dan apa saja yang berhubungan dengan sistem yang akan dibangun tersebut.

2. Desain
       Mendesain sistem informasi yang akan dibangun.

3. Akses Internet
      Sebelum membangun sistem IT perlu diperhatikan bagaimana akses ke internet. Fasilitas akses ke Internet / informasi, ini bisa berupa perangkat PC/Laptop, LAN, WAN, Hub/Switch Hub.

4. Keamanan Jaringan
       Selain bagaimana membangun suatu sistem IT yang bagus, kita juga harus membangun keamanan jaringan untuk melindungi sistem yang telah dibangun.

5. Analisis
      Setelah suatu sistem dirancang